Benarkah Obat Kumur Picu Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi? Simak Penjelasan Pakar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perbincangan di media sosial menyebut obat kumur dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung. Ahli menyatakan penggunaan obat kumur sekali seminggu atau sebulan aman, namun penggunaan rutin beberapa kali sehari selama bertahun-tahun berpotensi merusak. Klorheksidin, antiseptik kuat, dapat memicu pergeseran mikrobioma saliva, meningkatkan risiko gigi berlubang, dan mereduksi bakteri pendukung tekanan darah. Obat kumur berbahan ringan seperti setilpiridinium klorida, minyak esensial, yodium, atau hidrogen peroksida belum terbukti mengubah mikrobioma secara ekstrim. Studi terbatas belum membuktikan hubungan sebab-akibat antara penggunaan obat kumur rutin dengan diabetes atau hipertensi.
Bagikan
Berita terkait
Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak Ditemukan di Banda Aceh, Disusul Diabetes
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.20
Sikat Gigi Rp 10 Juta dari Dyson, Bukan Cuma Bersihkan Gigi!
Detik.com · 7 September 2026 pukul 14.31
Konsumsi Gula Berlebihan Tingkatkan Risiko Kerusakan Ginjal
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.21
Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Kena Hipertensi dan Diabetes, CKG Ungkap Faktanya
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 13.30