Konsumsi Gula Berlebihan Tingkatkan Risiko Kerusakan Ginjal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsumsi gula berlebihan tidak langsung menyebabkan gagal ginjal, tetapi meningkatkan risiko obesitas dan diabetes yang jika tidak terkontrol dapat memicu kerusakan ginjal. Dokter Mutalib Abdullah menjelaskan diabetes dan hipertensi adalah faktor utama penyebab gagal ginjal kronis, sementara kerusakan berlangsung perlahan tanpa gejala pada tahap awal. Data SKI 2023 menunjukkan penyakit ginjal kronis mulai merambah usia muda, dengan prevalensi 0,02% pada usia 15-24 tahun hingga 0,11% pada usia 35-44 tahun. BPJS Kesehatan mencatat 134.057 pasien gagal ginjal kronis menjalani hemodialisis pada 2024. Risiko tambahan dipicu oleh pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, merokok, serta penggunaan obat tanpa pengawasan. Gejala yang dapat dideteksi meliputi perubahan frekuensi urine, urine berbusa, pembengkakan kaki, dan tekanan darah yang sulit dikontrol. Deteksi dini melalui tes darah kreatinin dan eGFR serta pemeriksaan urine sangat dianjurkan, terutama bagi penderita hipertensi, diabetes, atau riwayat batu saluran kemih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 10.24
5 Gejala Gagal Ginjal Menurut Dokter, Kaki dan Mata Bengkak hingga Mual
Berita terkait
Cek Kesehatan Gratis Tak Lagi Sekadar Skrining, Peserta Bisa Langsung Jalani Pengobatan
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 17.26
Jalan Kaki Singkat Setelah Makan Ampuh Turunkan Lonjakan Gula Darah
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 07.39
Kayu Manis Bisa Turunkan Gula Darah? Ahli Sebut Efeknya Kecil, Bukan Pengganti Obat
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 00.18
Lebih dari Sekadar Buah Tropis, Ini Rahasia Bromelain Nanas bagi Kesehatan
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.09