Benarkah Olahraga Bisa Bantu Redakan Rasa Sedih? Ini Penjelasan Pakar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Olahraga terbukti secara ilmiah dapat membantu meredakan rasa sedih dan memperbaiki suasana hati dalam waktu singkat. Zaenal Muttaqien Sofro dari FK-KMK UGM menjelaskan bahwa aktivitas fisik selama 30-40 menit dengan intensitas sesuai dapat membantu tubuh beradaptasi terhadap stres. Namun, ia menegaskan bahwa olahraga harus dilakukan secara terukur dan tidak boleh berlebihan untuk menghindari overtraining yang justru dapat mengganggu kualitas tidur. Olahraga yang dilakukan bersama orang lain juga memberikan nilai tambah melalui interaksi sosial positif.
Dukungan ilmiah kuat terhadap klaim ini datang dari meta-analisis dalam jurnal Psychosomatic Medicine (2024) yang melibatkan 4.671 peserta, menunjukkan bahwa satu sesi olahraga saja sudah berkaitan dengan perbaikan suasana hati dan penurunan kecemasan dalam 30 menit setelah beraktivitas. Penelitian 2026 juga menemukan bahwa olahraga aerobik akut berfungsi sebagai strategi regulasi emosi jangka pendek yang efektif melalui pelepasan endorfin dan peningkatan endocannabinoid. Meta-analisis di The BMJ terhadap 14.170 peserta menunjukkan bahwa jalan kaki, jogging, yoga, dan latihan kekuatan berhubungan erat dengan penurunan gejala depresi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan aktivitas fisik teratur sebagai bagian dari penanganan kesehatan mental global. WHO menegaskan bahwa aktivitas fisik dalam jumlah apa saja lebih baik daripada tidak sama sekali, dan saranannya termasuk jalan kaki cepat, yoga, atau bersepeda ringan. Namun, penting untuk membedakan antara rasa sedih biasa dan depresi klinis, karena olahraga pada kasus depresi sedang hingga berat hanya berfungsi sebagai pendamping, bukan pengganti, terapi medis.
Bagikan
Berita terkait
Perbedaan Stres dan PTSD: Gejala, Durasi, dan Penanganan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 17.58
Wamenkes Dante Sebut 3 Tanda Awal Gangguan Jiwa yang Perlu Diwaspadai
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 12.33
Kemenkes Ungkap 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di Indonesia Alami Depresi
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 07.30
Perbedaan Stres dan Gangguan Kecemasan: Gejala, Cara Membedakan, dan Penanganan
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 13.41