Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Berpacu dengan Waktu, Ratusan Pekerja Masih Terjebak di Terowongan Banjir Nepal

Sekitar 600 pekerja diperkirakan masih terjebak di dalam terowongan berlumpur di sepanjang Sungai Trishuli, Nepal, akibat banjir yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet. Tim penyelamat, yang dipimpin oleh personel militer Nepal dan Tiongkok serta didukung ahli dari India, Korea, dan Australia, sedang berusaha memompa udara dan menggempur lereng bukit untuk menyelamatkan para pekerja sebelum waktu habis. Otoritas manajemen bencana Nepal mencatat 939 orang tewas dan 3.925 orang hilang, termasuk 592 warga negara asing, dengan sekitar satu dari tujuh orang yang hilang diperkirakan adalah pekerja PLTA.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, melaporkan 279 orang berhasil dievakuasi dari area proyek, dan total 11.379 warga telah diselamatkan dari berbagai wilayah terdampak. Namun, lambatnya penanganan di lapangan memicu keprihatinan keluarga korban, yang menilai langkah pemompaan udara seharusnya dilakukan lebih awal. Tim SAR sempat memasuki salah satu terowongan PLTA tetapi terpaksa mundur setelah tidak menemukan seorang pun di dalamnya.

Di Distrik Chitwan, tim medis dan sukarelawan menguburkan hampir 300 jenazah yang terbawa arus sungai, sementara di wilayah Tibet, Media pemerintah Tiongkok melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang. Pemerintah Tiongkok dan Nepal kini memperketat pengawasan informasi di dunia maya dan mengenakan sanksi bagi pihak yang menyebarkan spekulasi atau informasi tidak akurat mengenai jumlah korban.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait