BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Tak Sesuai Standar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya menekankan kualitas atas kuantitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar operasional berisiko ditangguhkan hingga ditutup secara permanen. Kepala BGN Sudaryono menyatakan sanksi ini sebagai langkah tertinggi jika pengelola SPPG tidak memperbaiki kondisi yang ada. Pada 31 Agustus 2026, tercatat 56,99 juta penerima manfaat MBG, setara dengan 76,45% dari target 74,50 juta orang. Selisih sekitar 17,56 juta penerima tidak berarti program terhenti, melainkan bagian dari penataan ulang agar lebih tepat sasaran. BGN mengusulkan 1.653 Sekolah Luar Biasa (SLB) masuk daftar prioritas, sambil memperluas cakupan ke wilayah 3T, pesantren, dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi hingga sangat tinggi. Setelah kelompok prioritas terpenuhi, program akan diperluas ke wilayah lain secara bertahap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 September 2026 pukul 17.38
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima Manfaat MBG, Prioritas ke Wilayah 3T
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 16.42
Coret Ribuan Sekolah dari Penerima MBG, BGN: Layanan Diarahkan ke Wilayah 3T
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 20.50
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG untuk Dialihkan ke Wilayah 3T
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.20
Bos BGN Ungkap Update Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG
Berita terkait
Terkuak Alasan Pasokan MBG ke 1.653 Sekolah Disetop
Detik.com · 12 September 2026 pukul 06.55
Murid di 1.653 Sekolah Tak Lagi Dapat MBG
Detik.com · 11 September 2026 pukul 12.50
BGN Coret 1.653 Sekolah dari MBG, Sudaryono Ungkap Alasannya
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 12.10
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 19.11