Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal LCT untuk Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) memperkuat implementasi transaksi mata uang lokal (LCT) dengan delapan negara mitra strategis, termasuk Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global. Kepala Grup Makroekonomi BI, Jardine A. Husman, menyatakan bahwa pengembangan LCT menjadi bagian dari upaya memperdalam pasar uang dan valuta asing serta memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia. BI juga mengoptimalkan instrumen seperti Sekuritas Rupiah (SRBI) untuk menarik aliran portofolio asing dan menjaga likuiditas pasar. Selain it, BI memantau ketat transaksi pembelian dolar AS dan bekerja sama erat dengan pemerintah untuk memastikan likuiditas yang memadai.

Cadangan devisa Indonesia mencapai 146,5 miliar dolar AS, setara dengan 5,4 bulan impor, jauh di atas standar internasional tiga bulan. Nilai tukar Rupiah menguat signifikan, mencapai Rp17.511 per dolar AS pada 9 September 2026, didorong oleh arus modal asing ke pasar obligasi pemerintah. BI juga memperketat pengawasan terhadap transaksi valuta asing dan memastikan kecukupan likuiditas di sektor perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dukungan kebijakan moneter dilengkapi dengan insentif likuiditas makrofinansial untuk mendorong kredit perbankan. Transformasi digital sistem pembayaran dan sinergi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait