Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Akibat Gempa Flores
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2025 menyebabkan retakan sepanjang 100 meter pada bibir kawah I (Tiwu Ata Polo) Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur. Retakan tersebut berada pada jarak sekitar 6 meter dari bibir kawah dan berpotensi berkembang hingga memicu longsoran ke arah Kawah I, terutama jika terjadi gempa susulan atau hujan lebat pada musim penghujan. Tim Badan Geologi memastikan kerusakan ini melalui pengamatan lapangan dan survei menggunakan drone.
Selain retakan pada Kawah I, gempa tersebut juga menyebabkan longsoran kecil pada Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri). Longsoran tersebut terdiri dari material endapan hasil letusan masa lalu yang mengarah ke timur laut menuju ke dalam kawah. Akibat longsoran ini, suara gemuruh cukup keras terdengar dari puncak Gunung Kelimutu, meskipun dampak signifikan tidak dilaporkan.
Saat ini, Gunung Kelimutu berada pada Level I (Normal). Namun, pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk menjauhi area retakan pada Kawah I, khususnya dalam radius 6 hingga 10 meter dari bibir kawah. Badan Geologi juga menyarankan pembuatan zona bahaya dan tanda peringatan di sekitar area yang terdampak, serta melakukan monitoring berkala terhadap perkembangan retakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.39
Badan Geologi Temukan Retakan di Kawah Gunung Kelimutu Usai Gempa M 7 NTT
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 15.07
Badan Geologi temukan retakan di kawah Gunung Kelimutu pascagempa
Berita terkait
Peneliti Soroti Cepatnya Pemulihan Listrik Flores Pascagempa: 11 Gardu Pulih Kurang dari 12 Jam
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 18.00
Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan Integral bagi Korban Gempa Flores
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 17.23
Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Khusus, Kemen PPPA Kirim 46,6 Ton Bantuan ke Flores
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.37
4 Gunung Meletus Hari Ini, dari Anak Krakatau hingga Ibu
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 12.06