Biosirkular Perkuat Ekosistem Pengelolaan Minyak Jelantah Berbasis Masyarakat di Jateng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Biosirkular Inovasi Indonesia memperkuat ekonomi sirkular berbasis masyarakat lewat Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah di Jawa Tengah. Program diluncurkan TP PKK Provinsi Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, pada Rabu (29/7). Kolaborasi melibatkan PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari. Tujuannya mengubah minyak jelantah rumah tangga menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Direktur Biosirkular Dicka Dwi Candra menegaskan minyak jelantah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa menjadi pintu masuk masyarakat dalam ekonomi sirkular. Tantangan utamanya membangun sistem pengelolaan yang tertata, transparan, dan berkelanjutan dari tingkat rumah tangga hingga hilir. Biosirkular mendorong empat pendekatan utama: edukasi masyarakat, penyediaan titik pengumpulan di desa dan kelurahan, penjemputan oleh operator, serta pencatatan digital agar seluruh proses terdokumentasi dengan baik mulai dari asal minyak jelantah, volume terkumpul, titik pengumpulan, hingga penjemputan. Digitalisasi menjadi kunci membangun kepercayaan masyarakat dalam program ini.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Harus Terbuka soal Dampak Proyek PLTP Gunung Ungaran
JawaPos · 18 September 2026 pukul 23.17
Collection Point di MTsN 36 Jakbar Dorong Ekonomi Sirkular dari Sekolah
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 13.07
Kelola Limbah Elektronik dari Kampus, XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.34
Wamenko Pangan: Pengelolaan Lingkungan Bukan Biaya, tapi Investasi
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.33