BM PAN Sebut Narasi Zulhas soal Tanam Sawit Disalahpahami
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum BM PAN Slamet Ariyadi menegaskan bahwa narasi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) soal "tanam sawit" disalahpahami. Potongan video yang beredar di media sosial membuat seolah pemerintah mendorong petani meninggalkan budidaya padi. Slamet menjelaskan pernyataan tersebut diucapkan saat pidato di Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Selatan, 4 Agustus 2026. Zulhas justru mengkritik logika ekonomi pasar bebas masa lalu yang menganggap kebutuhan pangan bisa dipenuhi lewat impor menggunakan keuntungan komoditas lain seperti sawit.
Menurut Slamet, Zulhas menegaskan komitmen pemerintah era Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada pangan sebagai kehormatan dan kedaulatan negara. Pemerintah menolak menyerahkan ketahanan pangan sepenuhnya pada mekanisme untung-rugi pasar. Arah kebijakan kini difokuskan pada pengurangan ketergantungan impor melalui peningkatan produktivitas, infrastruktur pertanian, dan kesejahteraan petani. Data menunjukkan Indonesia masih mengimpor sekitar 2,5 juta ton beras pada 2024.
Slamet mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada potongan video tanpa konteks lengkap. Ia menekankan swasembada pangan bukan sekadar target melainkan upaya membangun ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia secara mandiri dan berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Mau Kloning Sapi, Kejar Indonesia Swasembada Daging
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 13.30
Kejar Swasembada Pangan, Pemerintah Siapkan Perpres Impor 1 Juta Sapi Indukan
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 13.00
Ketua Fraksi PAN: Pidato Presiden Prabowo Arah Tegas Kemajuan Bangsa
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.35
Ketua Fraksi PAN Nilai Pidato Prabowo Tegaskan Arah Kemajuan Bangsa
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.08