Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Catat 5.090 Titik Potensi Karhutla Imbas Kemarau, Kalbar-Riau Terbanyak

BMKG mencatat ada 5.090 titik api atau hotspot yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan peningkatan jumlah titik api ini terjadi lebih cepat dibandingkan pada El Nino sebelumnya, berdasarkan data monitoring hingga 30 Juli 2026.

Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau tercatat sebagai provinsi dengan kontribusi titik panas terbanyak. Puncak risiko karhutla diprediksi terjadi pada bulan Agustus dan September 2026. Provinsi yang menjadi prioritas karena risiko signifikan meliputi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan. Risiko untuk Pulau Sulawesi sedikit meningkat pada September dan Oktober, lalu berangsur berkurang pada Oktober hingga November.

Bulan-bulan kritis untuk potensi karhutla adalah mulai dari bulan Juli hingga akhir September tahun 2026. BMKG terus melakukan monitoring untuk mitigasi dampak lebih lanjut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait