BMKG Ingatkan NTT Waspada, Warga Pesisir Diminta Belajar Evakuasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG mengingatkan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada meski aktivitas gempa susulan pascagempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026 telah memasuki fase peluruhan. Tercatat 15.722 gempa susulan terjadi dalam 30 hari, dengan mayoritas berkekuatan di bawah M3,0. Meskipun frekuensi menurun, masyarakat diminta tetap tenang dan memantau informasi resmi selama proses rehabilitasi wilayah.
Gempa tersebut menyebabkan dampak signifikan dengan 142 orang meninggal dunia, 1.603 luka-luka, dan 103.427 rumah rusak. Tsunami yang dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust mencatat run-up tertinggi 2,68 meter di Desa Selama dan merusak 23 rumah. BMKG menekankan pentingnya evakuasi mandiri bagi warga pesisir utara NTT karena kecepatan kedatangan gelombang tsunami yang bisa beriringan dengan peringatan dini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.24
Peringatan Dini Tsunami Cegah Banyak Korban Jiwa
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.01
Gempa M6,2 Guncang Halmahera Utara, Tak Berpotensi Tsunami
JawaPos · 14 September 2026 pukul 18.45
Gempa M 5,5 Terasa di Pandeglang Banten, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.21
Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Bayah, Banten
Berita terkait
BMKG Ungkap Stafnya Sempat Ditahan Warga NTT yang Takut Gempa Susulan
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 22.27
Gempa M 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 08.45
2.119 Gempa Susulan Hantam NTT, Cek Peringatan Terbaru BMKG!
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.00
Prediksi BMKG: Gempa Susulan di NTT Akan Terjadi hingga 3-4 Pekan
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.18