Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Ungkap Stafnya Sempat Ditahan Warga NTT yang Takut Gempa Susulan

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa sejumlah stafnya sempat ditahan oleh warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat ketakutan akan gempa dan tsunami susulan. Hal ini terjadi saat tim BMKG melakukan kunjungan lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang masih tinggal di posko pengungsian. Faisal menjelaskan bahwa masyarakat masih dilanda kecemasan pasca-gempa berskala 7,7 SR yang terjadi pada Sabtu (15/8). Namun, laporan tsunami yang dikirimkan BMKG hanya butuh waktu 2 menit 16 detik setelah gempa terjadi, dan tsunami dengan tinggi mencapai 2,5 meter tidak menyebabkan korban jiwa. Saat ini, sejumlah masyarakat sudah mulai kembali ke rumah mereka, terutama yang rumahnya dalam kondisi baik dan satu lantai.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Faisal juga menyampaikan bahwa wilayah ini masih terancam dari bencana siklon tropis, kekeringan, dan gempa. BMKG telah melaksanakan protokol internasional sejak hari pertama gempa terjadi. Selain itu, Faisal menyebutkan bahwa banyak negara, termasuk Timor Leste, Fiji, dan Tonga, meminta bantuan BMKG dalam penanganan bencana, mengakui bahwa BMKG sudah lebih maju di bidang ini dan siap memberikan dukungan penuh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait