Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Keluarkan Peringatan Baru, Muncul Titik-Titik Merah Pekat di Jawa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat terjadi pada periode Dasarian II Agustus 2026. Hal ini ditunjukkan oleh anomali suhu permukaan laut (SSTA) di wilayah Nino3.4 sebesar +2,99, naik dari +2,20 pada Juli 2026. Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada di fase positif dengan nilai +0,394, naik dari +0,242 pada Juli. BMKG memperkirakan El Nino akan bertahan hingga awal 2027, sementara IOD positif diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Kombinasi El Nino dan IOD positif menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dengan curah hujan rendah hingga sangat rendah. Akibatnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk berbagai wilayah termasuk sebagian besar Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hingga Dasarian II Agustus 2026, 79,9% atau 559 Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

BMKG mencatat bahwa 90,29% wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah, dengan 88,91% di bawah normal. Pada Dasarian III Agustus 2026, curah hujan di sebagian besar pulau akan tetap rendah, kurang dari 50 mm per dasarian. Banyak wilayah mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem panjang, bahkan melebihi 61 hari berturut-turut. HTH terpanjang tercatat 110 hari di Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Secara nasional, tercatat 782 titik dengan HTH panjang, 1.112 titik dengan HTH sangat panjang, dan 792 titik dengan HTH ekstrem panjang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait