BMKG Ungkap Penurunan Gempa Susulan di NTT Butuh 2-3 Minggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324658/original/001824700_1786757818-sar3.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 235 gempa susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2 setelah gempa utama magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga pukul 14.00 WIB. Mayoritas gempa susulan terpusat di bagian utara Pulau Flores. Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani menyatakan bahwa aktivitas gempa belum menunjukkan tanda-tanda penurunan hingga saat ini. Menurutnya, umumnya peluruhan gempa susulan membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu, seperti yang terjadi di Maluku Utara sebelumnya. BMKG menyarankan warga untuk menghindari bangunan yang rusak akibat gempa, karena gempa susulan dengan magnitudo rendah tetap berpotensi memperparah kerusakan. Gempa utama sempat mencatatkan tingkat guncangan hingga VIII Modified Mercalli Intensity (MMI) di beberapa stasiun, dengan verifikasi menunjukkan guncangan sekitar VII MMI di wilayah terdampak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 14.51
BMKG Laporkan Sejumlah Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT, Terbesar Magnitudo 4,3
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 07.03
Gempa Susulan M 5,2 Guncang Ruteng NTT Minggu Pagi
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.03
Istana Pastikan Atensi dan Siap Siaga Tangani Gempa M7 NTT
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.38
BMKG Ungkap Penyebab Gempa M7 Guncang NTT hingga Picu Tsunami
Berita terkait
995 Gempa Susulan Guncang NTT, Tak Semua Dirasakan Warga
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.31
BMKG Ingatkan Warga Tak Buru-buru Masuk Rumah Rusak Usai Gempa M 7,7 NTT
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.00
Penyebab Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT, Ini Penjelasan BMKG
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.09
Pemerintah Upayakan Penanganan Maksimal Gempa NTT M7,7
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.12