BMKG Ungkap Penyebab Karhutla di Kalimantan: Iklim Kering Efek El Nino
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan disebabkan oleh kondisi iklim kering akibat El Niño. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa iklim kering membuat lahan mudah terbakar dan menghasilkan banyak asap. Monitoring pada Agustus 2026 menunjukkan El Niño dengan intensitas sangat kuat, ditandai dengan indeks IOD sebesar +0.457 dan suhu permukaan laut (SSTA) di wilayah Nino3.4 mencapai +2.77. Akibatnya, 76,5% wilayah Indonesia mengalami musim kemarau, termasuk sebagian besar wilayah Kalimantan yang berada dalam status waspada dan siaga. Kementerian Kehutanan mencatat peningkatan signifikan titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan di Kalimantan selama tiga hari dari 17 hingga 19 Agustus 2026. Pada 17 Agustus, terdapat 123 hotspot tinggi di Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan. Pada 18 Agustus, jumlah tersebut turun menjadi 109 titik. Namun, pada 19 Agustus, terjadi lonjakan drastis hingga 518 hotspot tinggi, yang berarti lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Secara kumulatif selama periode tersebut, tercatat 750 hotspot tinggi di ketiga provinsi Kalimantan. BMKG dan Kementerian Kehutanan menekankan pentingnya mitigasi karhutla yang terus dilakukan, karena masih banyak titik api yang perlu ditangani. Status kekeringan dan lonjakan hotspot menunjukkan ancaman yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Bagikan
Berita terkait
Skenario Malingering Janggal, Kuasa Hukum Desak Resmob Polda Metro Jaya Segera Tangkap Tersangka
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 15.00
BMKG soal Sungai Barito Mengering: Curah Hujan di Kalteng Rendah
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.56
BNN: Kapal 2,6 Ton Narkoba Cair Disergap, Aliran Dana Gelap Rp 8,4 T Dilumpuhkan
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.55
Jose Mourinho Ungkap Alasan Vinicius Junior Bertahan di Real Madrid
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.54