Penjelasan Lengkap BMKG Terkait Gempa M 7 di NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG menjelaskan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kedalaman 15 km. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 235 gempa susulan. Peringatan dini tsunami dikeluarkan dalam waktu 2 menit 16 detik pasca gempa utama. Gelombang tsunami tercatat di beberapa pesisir, dengan ketinggian puncak mencapai 1,61 meter di Reo Manggarai dan 0,94 meter di Maurole Ende. Seluruh peringatan dini diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah kondisi laut aman. Gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores, yang secara histori menyebabkan kerusakan signifikan. Intensitas guncangan mencapai skala VII MMI di daerah seperti Aesesa dan Riung. BMKG memperkirakan proses stabilisasi sesar memerlukan waktu 2 hingga 3 minggu. Untuk mendukung pemulihan, BMKG mengerahkan tim survei pemetaan mikrozonasi guna menganalisis respons tanah terhadap gempa. Hasil analisis akan menjadi rujukan teknis bagi rekonstruksi bangunan tahan gempa. BMKG mengimbau masyarakat percaya pada data resmi, hindari hoaks, dan menjauhi bangunan yang rusak. Koordinasi terus dilakukan dengan BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 08.26
BMKG: Telah Terjadi 37 Gempa Susulan di NTT, Terbesar 6,2 Magnitudo
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.22
Air Laut Surut, Warga Berlarian Selamatkan Diri Usai Gempa M7,7 di Flores
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 07.02
Gempa M 7 Guncang NTT, Picu Tsunami
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 05.11
Gempa M7,0 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Berita terkait
Sampai Kapan Gempa Susulan Guncang NTT? Ini Prediksi BMKG
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.18
BMKG Catat 37 Gempa Susulan Usai Gempa M 7 NTT
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.57
BMKG Ungkap Stafnya Sempat Ditahan Warga NTT yang Takut Gempa Susulan
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 22.27
BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan di NTT, Berpotensi Hingga 4 Minggu
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.30