BNPP Bahas Pengembangan Entikong-Sekayam, Sinergikan Tata Ruang & Pemberdayaan Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) mengadakan audiensi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) pada Selasa, 22 September 2026, untuk membahas pengembangan kawasan perbatasan Entikong dan Kawasan Transmigrasi Sekayam di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Diskusi ini bertujuan menyelaraskan pengembangan infrastruktur, tata ruang, aktivitas ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat agar potensi kawasan perbatasan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Audiensi yang dipimpin oleh Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat BNPP RI, Harris Fadhly, didampingi oleh Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Ismawan Harijono, dan Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertentu Kemenko PM Amin Mudzakir, meninjau rencana pengembangan berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Entikong. Menurut Harris, kawasan Entikong ditentukan sebagai Pusat Pelayanan Utama, sementara Sekayam berperan sebagai Pusat Pelayanan Penyangga dengan fokus pada pertahanan dan keamanan, ekonomi, serta kemandirian pangan.
Harris menekankan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya terpusat pada keberadaan Pusat Layanan Perbatasan Nusantara (PLBN), tetapi juga mencakup area pendukung di sekitarnya agar pembangunan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat setempati.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 22.45
BNPP Bahas Pengembangan Entikong-Sekayam, Sinergikan Tata Ruang dan Pemberdayaan Masyarakat
Berita terkait
PNM Sulap Lorong Kota Menjadi Sumber Pangan Lewat Program Agro Urban Madani
JawaPos · 22 September 2026 pukul 15.45
Kemendagri Perkuat Peran Pemda dalam Perencanaan Program Dekranas-TP PKK
Detik.com · 22 September 2026 pukul 13.43
Kemendagri Dorong Pemda Optimalkan Perencanaan Program Dekranas hingga Posyandu
kumparan · 22 September 2026 pukul 13.00
Tri Tito Dorong Penguatan Tata Kelola TP PKK, Posyandu, dan Dekranas
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.28