Bobby Nasution Pamer KTA Gerindra, Efriza Bongkar Kalkulasi Politik Keluarga Jokowi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bobby Nasution memilih bergabung dengan Partai Gerindra dibandingkan PSI untuk menjaga keberlanjutan karier politiknya. Peneliti senior Citra Institute, Efriza, menilai langkah ini sebagai kalkulasi realistis karena Gerindra memiliki kekuatan politik yang lebih besar dalam kontestasi elektoral dibandingkan PSI.
Keputusan ini terlihat saat Bobby maju dalam Pilkada Sumatra Utara 2024 dengan dukungan koalisi yang mencakup Gerindra. Efriza menegaskan bahwa kedekatan keluarga dengan Presiden Jokowi tidak mengharuskan Bobby masuk PSI, karena hubungan personal berbeda dengan strategi pemilihan kendaraan politik untuk meraih jabatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 07.34
Bobby Nasution Masih Betah di Gerindra: Cukup Sekali Pindah Partai
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 07.25
Dipecat PDIP, Menantu Jokowi Tegaskan Bakal Setia di Partainya Prabowo
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 18.20
PDIP: Dedi Mulyadi Seperti Diadu Domba dengan Gerindra dan Prabowo
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 16.45
Bobby Nasution Mantap Pilih Gerindra usai Dipecat PDIP
Berita terkait
Menantu Jokowi Pilih Gerindra, Efriza Sebut Ini Alarm Keras buat PSI
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 17.40
Bobby Nasution: Cukup Sekali Pindah Partai, Biarlah Saya di Gerindra
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 09.40
KDM Dinilai Belum Masuk Ring Satu Prabowo, Ini Alasan Sulit jadi Cawapres
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 08.00
Dedi Mulyadi Disebut Harus Tiru Jokowi Tahun 2014 untuk Bisa Maju Pilpres di 2029
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 05.30