Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution resmi meluncurkan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang, layanan transportasi publik berbasis bus listrik yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam. Layanan ini dirancang untuk mendukung integrasi sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deliserdang. Bobby menekankan bahwa keberhasilan BRT tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, dan kemudahan akses bagi masyarakat. Ia juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang untuk saling bekerja sama dan tidak mementingkan ego sektoral demi mewujudkan sistem transportasi yang terhubung satu sama lain.
Menurut data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai 54,2%, sehingga penggunaan transportasi publik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, menurunkan konsumsi energi, dan mengurangi emisi karbon. Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Muiz Thohir menyatakan bahwa pembangunan BRT Mebidang merupakan bagian dari prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang mencakup sekitar 20 kota atau kawasan perkotaan prioritas, termasuk Medan dan sekitarnya. Kementerian Perhubungan juga mendukung inisiatif ini melalui program BRT Transit di Medan dan Bandung Raya sebagai proyek percontohan yang didanai oleh Bank Dunia.
Pada tahap uji coba, dua unit bus listrik sedang dioperasikan untuk menguji kondisi teknis, waktu tempuh, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Operasi penuh diproyeksikan dimulai pada 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik, terdiri dari 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan–Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat–Binjai), dan tiga unit sebagai cadangan. Selama masa uji coba, penggunaan layanan gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal di Jakarta pada 2030
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.41
Ada MRT, Kawasan Bundaran HI Disulap Bak di Singapura
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.05
Ada Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, MRT Jakarta Tutup Sementara Pintu E
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 18.29
Jadi yang Pertama, BSN Ukir Sejarah Baru dalam Ekosistem Pembayaran Digital Transportasi Publik
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 16.14