Bocah 14 Tahun Tembak Kakek-Nenek, Pemerintah Langsung Razia Ketat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Thailand memerintahkan seluruh sekolah memperketat pengawasan menyusul insiden penembakan massal pada 7 Agustus di dekat Bangkok. Peristiwa tragis ini melibatkan remaja 14 tahun yang membunuh kakek dan neneknya menggunakan pistol milik kakeknya, lalu mendatangi sekolah untuk menembak mati lima staf dan seorang siswi berusia 12 tahun sebelum akhirnya bunuh diri. Kepolisian menyebut pelaku sering mengonsumsi konten kekerasan daring.
Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kota Bangkok mewajibkan razia tas kepada seluruh siswa tanpa terkecuali, penjagaan keamanan 24 jam, dan pengetatan akses tamu. Sekolah-sekolah, termasuk Sawasdee Witthaya, langsung menerapkan pemeriksaan menyeluruh setiap pagi serta menjadwalkan simulasi tanggap darurat bersama kepolisian setempat, sembari berupaya membenahi fasilitas keamanan seperti CCTV yang rusak.
Tragedi berdarah ini memicu kembali sorotan publik terhadap tingginya kepemilikan senjata api di Thailand. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul kemudian menginstruksikan penghentian sementara penerbitan izin kepemilikan, pembelian, serta pembawaan senjata api, disertai desakan penegakan hukum dan pengawasan yang lebih tegas.
Bagikan
Berita terkait
Bertambah, 23 Orang Tewas Akibat Banjir di Thailand
Detik.com · 29 September 2026 pukul 14.49
Banjir Bangkok Diprediksi Rugikan Ekonomi Thailand hingga Rp 5,8 Triliun
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 14.20
Terendam Banjir, Jalanan Bangkok Jadi <i>Floating Market</i> Dadakan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 13.27
Banjir Thailand Picu Kerugian Sebesar Ini, PDB Diproyeksi Terpangkas
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 17.00