Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Bocah di Kalteng Meninggal di Tengah Asap Karhutla, Dinkes Buka Suara

Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, meninggal setelah mengalami sesak napas dan diketahui memiliki riwayat asma sejak usia dua tahun. Kematiannya terjadi pada Senin (31/8) setelah sempat dirawat di RSUD Puruk Cahu, di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut. Keluarga sempat berencana memindahkan korban ke rumah sakit di Banjarmasin, namun rencana tersebut tidak terealisasi. Dinkes Murung Raya belum dapat memastikan keterkaitan langsung kematian bocah ini dengan paparan asap, karena korban juga memiliki kelainan ginjal. Namun, kondisi asap yang tebal dianggap memperparah kondisi kesehatan korban.

Dinkes Murung Raya mencatat lebih dari 700 warga mengalami gejala ISPA akibat kabut asap, namun sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat diobati dengan perawatan medis standar. Untuk menanggapi situasi ini, Dinkes telah mengaktifkan posko kesehatan terintegrasi dengan Posko Karhutla, dilengkapi obat-obatan, masker, hingga oksigen. Posko ini tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga petugas dan relawan yang sedang bertugas di lapangan. Selain itu, Rumah Oksigen juga disiapkan di kantor PMI Murung Raya, tepat di depan RSUD Puruk Cahu, sebagai tempat pertolongan awal bagi yang mengalami gangguan pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan selama kabut asap masih tebal. Pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat dan siap memberikan pertolongan segera melalui fasilitas yang telah disiapkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait