BP BUMN sebut KDMP bisa hemat subsidi hingga Rp150 triliun per tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berpotensi menghemat anggaran subsidi pemerintah hingga Rp150 triliun per tahun. Penghematan ini dapat dicapai dengan memanfaatkan KDMP sebagai kanal distribusi barang subsidi pemerintah hingga tingkat desa. Pemerintah bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi sedang mengembangkan sistem daring berbasis data tunggal untuk menentukan warga yang berhak menerima subsidi, yang terintegrasi dengan jaringan KDMP guna penyaluran yang lebih tepat sasaran.
Dengan cakupan hingga desa, KDMP diproyeksikan dapat mengontrol distribusi barang subsidi dan membantu menekan inflasi. Dony memberi contoh, ketika harga beras naik, pemerintah dapat mendistribusikannya melalui KDMP dengan harga tetap. Selain itu, KDMP juga berfungsi sebagai agen layanan keuangan, memungkinkan warga desa yang belum terjangkau bank untuk melakukan transaksi. KDMP juga akan mendukung penyaluran kredit bunga rendah (8 persen) melalui PNM untuk memutus mata rantai rentenir di desa.
Kerja sama juga direncanakan dengan PT Pos Indonesia untuk layanan logistik bagi masyarakat desa, termasuk mendukung usaha dagang online. Dony menekankan KDMP bukan hanya sebagai koperasi, tetapi juga sebagai jaringan distribusi strategis untuk memperluas akses pemerintah ke masyarakat luas.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Tegaskan Seluruh Barang Subsidi Harus Disalurkan dari KDMP
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.46
Mendes Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.38
Gubernur Lampung Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi-Hilirisasi
Detik.com · 5 September 2026 pukul 08.50
Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Subsidi Pemerintah hingga Desa
VOI · 5 September 2026 pukul 06.30