Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Tertarik Bergabung

Sehingga 45 negara berkembang mengajukan atau menyatakan minat untuk bergabung dengan BRICS, menunjukkan ketertarikan yang tetap kuat meskipun menghadapi tekanan dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan hal ini setelah KTT BRICS ke-18 yang diselenggarakan India di New Delhi pada 12-13 September 2026. Lavrov menjelaskan bahwa minat ini mencerminkan pemahaman masyarakat akan pentingnya BRICS sebagai prototipe tatanan dunia multipolar di masa depan.

Tekanan yang dilakukan oleh AS, termasuk ancaman tarif, belum berhasil mengurangi minat negara-negara berkembang untuk bergabung dengan BRICS. Lavrov menyatakan bahwa ketertarikan mencakup negara yang ingin menjadi anggota penuh maupun negara yang berminat sebagai mitra. Rusia sebelumnya mendukung pencalonan Bangladesh sebagai anggota BRICS, meskipun pengajuan resminya mas masih dalam tahap pertimbangan.

Lavrov menekankan bahwa ia tidak melihat adanya penurunan minat terhadap BRICS akibat tekanan AS yang secara terbuka menyatakan BRICS sebagai musuh utama kemajuan. Hal ini menunjukkan bahwa BRICS masih dianggap sebagai alternatif penting bagi negara-negara berkembang dalam menggapai kemandirian ekonomi dan diplomasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait