BRIN perkuat kajian sungai bawah tanah di Kebumen untuk ketahanan air
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat riset ketahanan air dengan mengembangkan teknologi dan penelitian sungai bawah tanah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Langkah ini menindaklanjuti perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap ketahanan air nasional. Pada Minggu (2/8), Kepala BRIN Arif Satria mengunjungi Goa Barat yang memiliki sumber air bersih untuk masyarakat setempat dan mengevaluasi potensi riset.
Riset BRIN saat ini memprioritaskan pemahaman karakteristik sungai bawah tanah guna dasar pengembangan teknologi pendukung ketahanan air. Selain memetakan aliran sungai, BRIN juga mengkaji peningkatan kualitas air karena indikasi tingginya kandungan bakteri E. coli, sehingga diperlukan teknologi pengolahan yang tepat. Dalam kunjungan tersebut, Arif juga berdialog dengan para periset di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Karangsambung untuk merumuskan arah riset strategis di bidang geologi dan teknologi air.
Sebelumnya, pada 28 Juli 2026, BRIN telah memaparkan 13 teknologi ketahanan air kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Negara. Presiden menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi tersebut sebagai upaya mendukung ketahanan air nasional.
Bagikan
Berita terkait
Air Perpipaan Jakarta Dikebut, Jaringan Bakal Tembus 16.234 Km
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.38
Inti Solar Hadirkan Heat Pump Bidik Pasar Wellness
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 21.09
WIKA pacu proyek KSCS Package 3 Karian--Serpong, progres 24,67 persen
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 13.34
Pantauan Terkini Permukaan Sungai Cisadane Susut, Kualitas Air Menurun
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 17.25