Bukan Bawa Senjata Perang, Ratusan Prajurit TNI 'Serbu' Madura demi Ukir Senyum Warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratusan prajurit TNI dari Kodam V Brawijaya menyelenggarakan Karya Bhakti Skala Besar di empat kabupaten Madura (Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep) sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kegiatan ini tidak terkait dengan konflik bersenjata, melainkan bertujuan membantu masyarakat melalui berbagai program. Fokus utama adalah renovasi 377 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di keempat kabupaten tersebut. Selain itu, program mencakup pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 sekolah, 20 rumah ibadah, operasi katarak, khitan massal, donor darah, penghijauan, hingga pemberian kursi roda dan kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menekankan bahwa kehadiran TNI di sini bertujuan membuat warga Madura bisa "tersenyum" dengan hidup layak dan nyaman. Warga yang dituju, seperti Rohman di Desa Ujung Piring dan Bu Maninten di Desa Jaddih, menyampaikan rasa syukur atas perubahan rumah yang signifikan dari kondisi sebelumnya yang tidak layak huni. Kehadiran ini juga mendapat apresiasi dari kalangan pihak eksternal, termasuk seorang politikus dari Universitas Airlangga yang menilai aksi ini mengubah citra TNI dari yang identik dengan perang menjadi lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
BNPB Kerahkan 17 Helikopter Water Bombing-1.500 Prajurit TNI Padamkan Karhutla
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 20.28
Kemenhut Terjunkan 299 Personel ke Sumsel untuk Padamkan Karhutla di 4 Kabupaten di Sumsel
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 14.46
Ada Perintah Pusat Lewat Kodim, Gedung KKMP Sampangan di Semarang Harus Dikosongkan
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 13.31
Dansatsiber TNI soal Ada Rencana Demo 27 Agustus: Tidak Usah Terprovokasi
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 13.15