Tolak Denuklirisasi, Korut Bersumpah Genjot Kekuatan Nuklir!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Korea Utara (Korut) bersumpah akan terus memperkuat kekuatan nuklirnya dan menolak seruan denuklirisasi dari Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui KCNA, juru bicara menuduh AS tetap mengadopsi kebijakan bermusuhan dengan menekankan denuklirisasi menyeluruh serta mengkritik catatan hak asasi manusia (HAM) Pyongyang. Senjata nuklir disebut sebagai 'jaminan mutlak' untuk mempertahankan kedaulatan Korut. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump memerintahkan pengurangan skala latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield antara AS dan Korea Selatan (Korsel), sekaligus berupaya memfasilitasi pertemuan puncak dengan Kim Jong Un. Korut menilai langkah ini tidak mengubah sikapnya dan menolak klaim bahwa ketegangan wilayah akan mereda. Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, juga menyatakan bahwa latihan militer tetap dianggap provokatif meski skalanya dikurangi. AS dan mitra seperti Korsel serta Jepang akan menggelar latihan baru pada 7-11 September, yang dihak Korut anggap sebagai ancaman kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 13.08
Super Garuda Shield 2026 Libatkan 21 Negara, Panglima TNI: Ajang Tukar Kemampuan
Berita terkait
Bukan Karena Kim Jong Un, Latihan Militer AS-Korsel Tiba-Tiba Batal
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.00
Trump Ngemis Mau Ketemu, Kim Jong Un Beri Syarat Super Berat
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.00
Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un Tahun Ini, Sebut Korut Punya 57 Senjata Nuklir
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 18.00
Adik Kim Jong Un Akui Tak Tahu Komunikasi Kakaknya dengan Trump
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.25