Bukan karena Temui Jokowi, Said Ungkap Alasan Kader PDIP Surabaya Dipecat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menjelaskan bahwa pemecatan kader DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, tidak disebabkan oleh pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Said menyatakan bahwa Achmad telah melakukan banyak pelanggaran internal partai yang tidak disampaikan ke publik. Menurutnya, tidak ada larangan bagi anggota partai untuk menemui Jokowi, dan alasan pertemuan tersebut tidak dapat diterima sebagai dasar pemecatan. Said juga menyebutkan bahwa banyak orang lain juga menemui Jokowi tanpa konsekuensi apapun. Pemecatan Achmad dilakukan karena pelanggaran terhadap aturan internal partai, bukan karena politik luar biasa. DPP PDIP secara resmi memecat Achmad per 4 September 2026, setelah ia mengunjungi rumah Jokowi di Solo dan menyuarakan rehabilitasi status keanggotaan Jokowi. Achmad membenarkan pemecatannya dan menjelaskan bahwa kunjungannya ke rumah Jokowi pada Juli lalu dilakukan atas inisiatif pribadi setelah ziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo, tanpa menggunakan atribut partai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.22
PDIP Pecat Kader Surabaya Buntut Sowan dan Bela Jokowi
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.27
Dipecat PDIP Usai Sowan Jokowi, Achmad Bongkar Kader DPP hingga Kepala Daerah Juga Datang ke Solo
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 15.03
Kader PDIP Surabaya Achmad Hidayat Dipecat Dari Partai Seusai Bertemu Jokowi
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 16.40
Achmad Hidayat Buka Suara Seusai Dipecat PDIP Sebagai Kader
Berita terkait
Dipecat PDIP Usai Sowan, Achmad Ungkap Jawaban Jokowi soal Megawati: Suatu Saat Akan Ketemu
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 16.19
Achmad Hidayat Didepak PDIP, Sikapnya soal Jokowi Dinilai Pembangkangan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 16.18
PDIP Ingatkan Muktamar NU Fokus pada Isu Umat, Bukan Rebutan Kepemimpinan
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.14
Said Abdullah: PDIP Harap Muktamar ke-35 NU Tak Terjebak Pragmatisme Politik
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 07.02