Buntut Kasus Pembacokan, Aksi PSHT di Surabaya Berujung Bentrok dengan Aparat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya pada Jumat (31/7) sore, yang berujung bentrokan dengan aparat gabungan TNI dan Polri. Aksi ini merupakan buntut kasus dugaan pembacokan terhadap seorang juru parkir yang juga disebut sebagai anggota PSHT, yang diduga melibatkan oknum debt collector. Massa sebelumnya berunjuk rasa di Mapolrestabes Surabaya sejak pukul 14.30 WIB dengan membawa bendera organisasi dan menuntut kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
Setelah itu, massa bergerak menuju kantor perusahaan debt collector di Jalan Teuku Umar. Namun, aparat gabungan TNI dan Polri menghentikan mereka di simpang Jalan RA Kartini, sekitar 200-300 meter dari lokasi tujuan. Situasi memanas ketika massa berupaya menerobos barikade. Sejumlah orang melemparkan botol, batu, dan potongan kayu ke arah aparat. Akibat insiden itu, seorang personel TNI mengalami luka akibat terkena lemparan benda keras. Aparat tetap bertahan di barikade untuk mencegah massa memasuki kawasan kantor debt collector.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.12
Ribuan PSHT Diadang ke Kantor Debt Collector Surabaya, 1 TNI Terluka
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 16.23
Ribuan Pesilat Merangsek Kantor DC Surabaya, Batu dan Kayu Dilemparkan
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.00
Polisi Antisipasi Kedatangan Pesilat PSHT dari Luar Surabaya
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 22.00
Polisi Ungkap Motif Pembacokan Pesilat oleh Debt Collector di Surabaya
Berita terkait
Korban Pembacokan Debt Collector Belum Bisa Beraktivitas, PSHT: Tangkap Semua Pelaku
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 20.32
Satu Personel TNI Terluka saat Amankan Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 19.07
Ribuan Massa PSHT Datangi Polrestabes Surabaya, Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 15.23
PSHT Berencana Aksi di Markas DC dan Polrestabes Surabaya, Tuntut Insiden Pembacokan
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 22.35