Bupati Arief Dorong Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Blora
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bupati Blora Arief Rohman mendorong pengembangan pertanian organik untuk memperkuat posisi Kabupaten Blora sebagai penghasil beras terbesar keenam di Jawa Tengah. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Blora tahun 2025 tercatat mencapai 530.818 ton, meningkat 25,07 persen dari 424.411 ton pada 2024. Peningkatan ini diikuti lonjakan produksi beras menjadi 305.252 ton dan kenaikan produktivitas tanah menjadi 50,98 kuintal per hektare.
Dalam Muktamar Petani Nahdliyyin di Semarang, Arief mengusulkan agar 295 desa/kelurahan di Blora mengalokasikan minimal satu hektare lahan bengkok sebagai lokasi uji coba pertanian organik. Pemkab Blora berkolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dan menjajaki kerja sama pendampingan petani bersama BUMN seperti Pertamina untuk mewujudkan Blora sebagai sentra pertanian organik.
Pertanian organik dipandang sebagai langkah strategis untuk memulihkan kualitas tanah, mengurangi pemakaian bahan kimia, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara itu, forum Muktamar Petani Nahdliyyin dibentuk oleh PWNU Jawa Tengah sebagai wadah mandiri bagi para petani Nahdliyin untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kedaulatan mereka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 13.57
Bupati Blora Targetkan 295 Hektar Lahan Organik Masuk Desa
Berita terkait
Bupati Arief Dorong Pengembangan Organik di Kabupaten Blora
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.23
Bupati Blora Bidik Pilot Project Organik hingga Kuota Beasiswa di UB
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.55
Babat Ego Sektoral, Zulhas Jadi Dirigen Pangan di Era Prabowo
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.25
Aturan Ruwet Dipangkas, RI Bebas Impor 7 Pangan Utama di Era Prabowo
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.50