Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bupati Arief Dorong Pengembangan Organik di Kabupaten Blora

Bupati Kabupaten Blora Arief Rohman menyatakan bahwa kabupatensnya menjadi penghasil beras terbesar ke-6 di Jawa Tengah dan menjadi lumbung pangan utama untuk Indonesia. Pada pertemuan Muktamar Petani Nahdliyyin di Pesantren Al-Itqon, Semarang, Arief menyampaikan bahwa produksi Gabah Kering Giling (GKG) Blora pada 2025 mencapai 530.818 ton, naik 25,07 persen dari 424.411 ton pada 2024. Peningkatan ini didukung oleh produktivitas padi yang mencapai 50,98 kuintal per hektare, atau naik 1,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi beras juga mengalami kenaikan serupa hingga mencapai sekitar 305.252 ton pada 2025.

Arief mendorong pengembangan pertanian organik sebagai solusi masa depepan untuk menjaga kesehatan konsumen, memperbaiki kualitas tanah, dan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya. Ia meminta setiap desa di Blora menyediakan lahan bengkok minimal satu hektare untuk uji coba pertanian organik. Dengan 295 desa/kelurahan di Blora, potensi lahan organik mencapai 295 hektare. Visi Blora sebagai sentra pertanian organik di Jawa Tengah diwujudkan melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU, LPP NU, dan jaringan petani Nahdliyin.

Pemkab Blora juga sedang menjajaki kerja sama dengan BUMN seperti Pertamina untuk mendukung pendampingan dan pembinaan petani. Arief menekankan pentingnya peran kader NU sebagai pelopor dan teladan dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, menjelaskan bahwa Muktamar Petani Nahdliyyin lahir dari kegelisahan bersama terkait kondisi petani, khususnya warga NU yang bergantung pada sektor pertanian. Forum ini bertujuan sebagai wadah bagi petani Nahdliyin untuk berkumpul, menyampaikan aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan mereka secara mandiri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait