Bupati Bolaang Mongondow Utara Diduga Patok Fee Proyek 10 Persen, KPK Ungkap Modusnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, sebagai tersangka kasus pemerasan setelah operasi tangkap tangan (OTT) pada 21 September 2026. Sirajudin diduga mematok fee proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) sebesar 10 persen, dengan pembagian 4 persen untuk Kepala Dinas PUPR dan 1 persen untuk Pokja PBJ.
Modus yang digunakan adalah pengaturan proyek melalui mekanisme ploting sebelum proses pengadaan resmi dimulai. Nama-nama vendor pemenang dituliskan pada lembaran kertas HVS, kemudian proses pengadaan diarahkan agar sesuai dengan daftar tersebut melalui koordinasi antara Kepala Dinas PUPR dan Pokja atas persetujuan Bupati.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.48
KPK Tetapkan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Tersangka Pemerasan
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.45
Pakai Rompi Oranye, Bupati Sirajudin Lasena Minta Doa Warga untuk Fokus Proses Hukum
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 19.57
Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena Kena OTT KPK
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 19.41
OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara: 14 Ditangkap, Ratusan Juta Disita
Berita terkait
Hari Ini KPK Tentukan Nasib Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena yang Terjaring OTT
JawaPos · 22 September 2026 pukul 08.45
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara dan Amankan Sejumlah Uang di Jakarta
JawaPos · 21 September 2026 pukul 20.30
KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara
JawaPos · 21 September 2026 pukul 20.00
KPK Amankan 14 Orang Dalam OTT di Bolaang Mongondow Utara Termasuk Bupati
JawaPos · 21 September 2026 pukul 19.45