Cerita Warga soal Masjid di 'Kampung Hilang' Bendungan Karian Tetap Utuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Masjid Al Mujahidin di Bendungan Karian, Lebak, Banten, tetap berdiri utuh meski sebagian besar kampung di sekitarnya telah hancur dan tergenang air waduk. Masjid ini memiliki kubah biru dan menara, serta diwasiatkan oleh keturunan pembangunnya, Abuya, untuk tidak dibongkar apa pun yang terjadi. Bangunan ini dianggap bersejarah karena sudah ada sejak masa kolonial Belanda dan direnovasi sekitar 15 tahun lalu.
Kampung di area bendungan kini muncul kembali ke permukaan seiring menyusutnya air waduk sekitar 5 persen akibat kemarau. Tembok-tembok rumah yang sebelumnya terendam terlihat jelas, meski sudah tidak beratap. Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, menjelaskan bahwa bangunan-bangunan di sana sengaja tidak dihancurkan saat pengisian air dimulai; petugas hanya membersihkan pepohonan dan tanaman. Lokasi kampung berada di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, yang berjarak 16 kilometer dari as bendungan.
Saat ini, elevasi air waduk turun sekitar 80 cm dari muka air normal yang memiliki perbedaan 3,35 meter. Penyusutan air ini mengungkap kembali sisa-sisa permukiman padat penduduk yang telah ditinggalkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.24
Masjid di 'Kampung Tenggelam' yang Muncul Lagi dalam Kondisi Utuh
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.24
Masjid di 'Kampung Tenggelam' Karian Muncul Lagi dalam Kondisi Utuh
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 10.16
Imbas Kemarau, Kampung Tenggelam di Bendungan Karian Lebak Muncul Lagi
Berita terkait
Beraksi di Jatim, 5 Pelaku Ganjel ATM Ditangkap di Banten hingga Jabar
Detik.com · 30 September 2026 pukul 15.19
APBD Perubahan 2026 Provinsi Banten Jadi Rp 9,7 T, Andra Soni Bicara Efisiensi
Detik.com · 30 September 2026 pukul 13.44
3 Nelayan Sempat Terombang-ambing di Perairan Anyer Usai Mesin Kapal Mati
Detik.com · 30 September 2026 pukul 08.24
Wamen ESDM tekankan warisan kebijakan sektor energi perlu diteruskan
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 07.40