China Ingin Bikin Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 AS Tak Berguna di Indo-Pasifik, Begini Caranya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China sedang mengembangkan kendaraan luncur hipersonik (HGV) yang diluncurkan dari rudal DF-17 untuk menargetkan aset militer AS seperti pesawat tanker pengisi bahan bakar, AWACS, dan pesawat elektronik perang (EW) di kawasan Indo-Pasifik. Dengan jangkauan sekitar 2.400 kilometer, HGV ini dapat mencapai pesawat yang beroperasi dari Guam, yang berjarak sekitar 3.090 kilometer dari Shanghai. Jika klaim ini akurat, China akan menjadi satu-satunya negara yang mengoperasikan HGV dengan kemampuan serangan udara-ke-udara.
Teknologi siluman F-35 dan F-22 AS dianggap tidak efektif di Indo-Pasifik tanpa dukungan armada tanker AS. Pesawat tanker adalah kunci proyksi kekuatan global karena memungkinkan jet tempur mengoperasikan di luar pangkalan dengan jangkauan terbatas sekitar 700 mil laut. Tanpa tanker, jet-jet siluman AS kehilangan kemampuan mereka untuk menembus wilayah udara lawan secara efektif.
Namun, seorang pakar Angkatan Udara India menyatakan bahwa klaim China belum sepenuhnya terverifikasi. Meskipun kemajuan teknologi hipersonik nyata, transisi dari uji coba pada 2021 ke kemampuan operasional penuh masih membutuhkan waktu dan bukti lebih lanjut.
Bagikan
Berita terkait
Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.52
China Sudah Masuk Era 'Dunia Baru', Amerika Ketinggalan Jauh
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.40
Korban Tewas dan Hilang Banjir Bandang di Nepal Bertambah, KBRI Dhaka dan Beijing Pantau Kondisi WNI
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 13.25
AS Ungkap Serangan Siber yang Dikaitkan dengan China, NASA hingga The Fed Jadi Sasaran
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 12.45