Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman

China mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) ringan yang dapat dipasang pada rudal udara-ke-udara untuk mendeteksi jejak panas atau inframerah jet tempur siluman Amerika Serikat, khususnya F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. Sistem ini mencapai akurasi hingga 97,1 persen dalam pengujian laboratorium berbasis simulasi. Para peneliti dari Beijing Institute of Technology dan China Airborne Missile Academy merancang sistem ini untuk mengatasi keterbatasan komputasi, bobot, dan ruang pada rudal generasi mendatang.

Pesawat tempur seperti F-22 dan F-35 sulit dilacak oleh radar, tetapi jejak inframerah yang dihasilkan oleh mesin dan pemanasan aerodinamis sulit disembunyikan. Rudal pencari panas tradisional kesulitan membedakan antara sumber panas asli pesawat dan umpan (flare) palsu yang dikeluarkan pesawat untuk menghindari serangan. Sistem AI baru ini dilatih menggunakan 3.245 citra inframerah dari tiga kategori target udara, termasuk simulasi F-22 dan F-35.

Pengembangan ini menandai kemajuan signifikan dalam teknologi pencarian dan pembunuhan rudal, terutama dalam kemampuan memproses citra inframerah hampir secara instan di bawah keterbatasan sumber daya yang ketat pada rudal. Sistem ini berpotensi mengubah dinamika pertempuran udara dengan membuat jet tempur siluman AS lebih rentan terhadap serangan rudal berbasis panas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait