Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

China Tiba-Tiba "Hukum" AS Sebelum Pertemuan Trump-Xi Jinping, Kenapa?

Pemerintah China mengumumkan serangkaian sanksi balasan terhadap Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaannya pada Rabu, 5 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas sanksi AS pekan lalu yang melarang impor dari 43 perusahaan China atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kelompok minoritas Uighur. Kementerian Perdagangan China memasukkan enam perusahaan AS ke dalam daftar penanggulangan dan membatasi ekspor drone beserta komponen dan teknologinya ke AS. Satu perusahaan AS lainnya juga disanksi akibat larangan FCC terhadap impor robot humanoid dan robot berkaki empat buatan China. Seluruh entitas di China dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan AS yang terkena sanksi. Beijing juga meluncurkan investigasi keamanan nasional terhadap peralatan kantor impor yang menggunakan perangkat lunak asing dan menangguhkan kolaborasi inspeksi pabrik dengan AS. China mendesak AS mencabut langkah-langkah tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut jika AS bersikeras memperketat pembatasan. Eskalasi ini terjadi menjelang pertemuan puncak Xi Jinping dan Donald Trump yang dijadwalkan bulan depan, setelah pekan lalu pejabat ekonomi kedua negara mengadakan pembicaraan perdagangan melalui tautan video.

Berita terkait