China Tiba-Tiba Puja-puji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah China memuji pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang mendukung prinsip 'satu China' terkait isu Taiwan. Hal ini terjadi setelah Anwar dalam wawancara dengan Al Jazeera menyatakan dukungannya terhadap reunifikasi China dan membela hak China menggunakan kekuatan jika diplomasi gagal. Kementerian Luar Negeri China menilai sikap Anwar mencerminkan komitmen internasional pada prinsip yang 'tidak boleh digoyahkan', sambil menegaskan bahwa 'hanya ada satu China di dunia' dan Taiwan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Dalam pernyataannya, China menekankan bahwa reunifikasi adalah 'tren sejarah yang tidak dapat dihentikan', meskipun tetap mengutamakan solusi damai. Anwar juga menggunakan analogi internal Malaysia, menyatakan bahwa pemerintah akan menggunakan kekuatan untuk mencegah pemisahan provinsi, sekaligus menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari China secara historis.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengecam pernyataan Anwar sebagai 'keliru' dan menilainya berbahaya karena mendukung klaim China atas Taiwan. Taiwan khawatir dukungan Anwar terhadap China dapat mempengaruhi kepercayaan investasi bisnis Taiwan di Malaysia. Malaysia sebelumnya dalam pernyataan bersama 2025 juga menegaskan pengakuan terhadap pemerintah Republik Rakyat China sebagai satu-satunya pemerintahan sah di wilayah China.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 07.49
PM Malaysia Sebut Taiwan Bagian dari China, Beijing Sambut dengan Gembira
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 14.26
Anwar Ibrahim Dukung China Gunakan Kekuatan terhadap Taiwan, Taipei Marah
Berita terkait
China Minta Pemimpin Jepang 'Perbaiki' Sikap terkait Taiwan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 16.44
Trump soal Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping: Kami Lebih Baik dari Mereka
Detik.com · 29 September 2026 pukul 04.02
Anwar Ibrahim Hadiri Pemakaman Siti Hasmah, Genggam Erat Tangan Mahathir
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.06
Trump Disebut Tawarkan Jual Senjata ke Xi Jinping, China Respons
kumparan · 28 September 2026 pukul 18.12