China Tolak Teken Deklarasi Global untuk Perangi Illegal Fishing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menolak menandatangani Deklarasi Mombasa, kesepakatan internasional untuk memerangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU fishing). Deklarasi ini ditandatangani oleh tujuh negara Afrika—Kamerun, Gambia, Ghana, Guinea, Liberia, Republik Kongo, dan Somalia—serta negara lain seperti Belgia, Chile, Prancis, dan Korea Selatan dalam Konferensi Our Ocean ke-11 di Kenya. China memiliki armada penangkapan ikan jarak jauh terbesar di dunia dan dianggap sebagai pelaku IUU fishing terburuk secara global.
Deklarasi mendukung Global Charter for Fisheries Transparency yang bertujuan meningkatkan tata kelola perikanan melalui modernisasi registrasi kapal secara digital, publikasi izin penangkapan, dan pengungkapan informasi pemilik manfaat kapal. Tujuannya adalah untuk mempermudah penindakan terhadap praktik ilegal dengan mengidentifikasi setiap kapal penangkap ikan industri secara unik. Kesepakatan ini mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam industri perikanan.
Menteri Perikanan Ghana, Emelia Arthur, menekankan bahwa lebih dari 60% kebutuhan protein hewani masyarakat Ghana berasal dari ikan dan sekitar 10% penduduk bergantung pada sektor perikanan sebagai sumber mata pencaharian. Isu ini penting bagi negara-negara yang sangat bergantung pada perikanan untuk keamanan pangan dan ekonomi.
Bagikan
Berita terkait
Pengadilan AS Minta Penempatan DJI di Daftar Hitam Pentagon Ditinjau Ulang
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 21.30
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
Pecahkan Rekor, Kereta China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.07
DeepSeek dan Alibaba Buka Akses Model AI, Persaingan Makin Ketat
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 14.30