Cianjur Kembangankan Padi Organik, Upaya Diversifikasi Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sedang mengembangkan padi organik sebagai bagian dari upaya diversifikasi sektor pertanian. Pengembangan ini masih dalam tahap percontohan atau demonstrasi plot (demplot) di lima kecamatan, yakni Warungkondang, Cilaku, Cibeber, Karangtengah, dan Cianjur. Setiap demplot dikelola oleh kelompok tani dengan lahan sekitar 5.000 meter persegi atau setengah hektare. Menurut Inna Ratna Sofia, Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Fasilitas Penyuluh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, produktivitas padi organik mencapai rata-rata 8 ton gabah per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan penggunaan pupuk kimia yang hanya menghasilkan 5-6 ton per hektare. Meskipun demikian, padi organik masih rentan terhadap hama dan kekeringan, sehingga membutuhkan perawatan ekstra dan penggunaan pestisida alami. Dengan penanganan yang tepat, padi organik diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui metode yang ramah lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 10.08
Reforma Agraria di Cianjur: 980 Hektar Lahan Sengketa Sudah Digarap Warga dan Jadi Nilai Ekonomi
Berita terkait
Jam Kerja Tak Menentu Dikaitkan dengan Kesehatan Memburuk, Dampaknya Beda pada Pria dan Perempuan
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 21.31
Ini Kegiatan Aura Kasih setelah Mengurangi Aktivitas di Dunia Hiburan
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 16.23
Pemerintah Tangani Kekeringan di 1.229 Lokasi, Selamatkan 41 Ribu Hektare Sawah dan Bantu 616 Ribu Jiwa
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 15.19
Infrastruktur Pertanian di Desa Wajok Hulu Selesai Dibangun, Warga Puji Anggota DPR Yuliansyah
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 13.02