Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cincin Elite Yunani Kuno Ternyata Dibuat dari Besi Meteorit

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Archaeological Science edisi Agustus 2026 mengungkap bahwa sejumlah cincin milik masyarakat elite Minoa dan Mycenaean di Yunani kuno kemungkinan dibuat dari besi meteorit, bukan bijih besi tambang. Peneliti menganalisis 91 artefak besi dari Zaman Perunggu dan Awal Zaman Besi, berasal dari 33 situs arkeologi dan tersimpan di 19 museum, menggunakan teknologi portable X-ray fluorescence (p-XRF) tanpa merusak artefak. Dari jumlah tersebut, 13 berupa cincin dengan kandungan nikel signifikan sebagai indikator asal meteorit, dengan sembilan cincin dinilai sangat mungkin, satu cukup mungkin, dan tiga masih memerlukan penelitian lanjutan. Sebagian besar cincin ditemukan di makam tholos dan makam berlorong bersama benda berharga seperti wadah emas, perhiasan amber, dan segel batu, memadukan besi kaya nikel dengan emas, perak, atau perunggu. Pada masa itu, teknologi peleburan besi masih terbatas sehingga besi meteorit bernilai tinggi dan diduga menjadi simbol status sosial elite, sementara besi hasil peleburan biasa digunakan untuk benda sederhana. Peneliti menduga material meteorit berasal dari Mesir, karena meteorit langka di Yunani sementara gurun Mesir lebih banyak menyimpannya, dan berpindah lewat jaringan perdagangan Mediterania. Penggunaan besi meteorit sebagai simbol status menurun seiring runtuhnya sistem istana Minoa dan Mycenaean, digantikan besi hasil peleburan yang makin umum. Temuan ini menunjukkan bahwa lebih dari 3.000 tahun lalu, material luar angkasa telah dipandang istimewa dan menjadi simbol kekuasaan elite Mediterania kuno.

Berita terkait