Cognitive Warfare Terus Terjadi, Satsiber TNI Lindungi Infrastruktur Vital Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satuan Siber (Satsiber) TNI aktif melindungi infrastruktur vital Indonesia dari ancaman cognitive warfare yang dianggap terus berlangsung. Komandan Satsiber TNI Brigjen TNI J. O. Sembiring menyatakan bahwa unitnya secara aktif memantau lalu lintas jaringan dan fokus pada ancaman non-kriminal yang menargetkan infrastruktur informasi kritis terkait pertahanan. Untuk menghadapi tantangan ini, Satsiber TNI telah merumuskan berbagai standar kemampuan, termasuk perlindungan data, satuan pertahanan kognitif, dan pengembangan riset serta teknologi, yang sudah terdaftar dalam HAKI (Hak Cipta). Upaya penguatan juga dilakukan melalui rekrutmen ahli siber dari berbagai jalur pendidikan, mulai dari SMK hingga S2, dengan proses seleksi ketat yang mencakup pemeriksaan kemampuan, sertifikasi, pengalaman kerja, dan penilaian akademis maupun keterampilan teknis. Tahun lalu, dari 2.000 pendaftar, hanya 50 orang yang diterima, menunjukkan tingginya standar yang ditetapkan. Satsiber TNI juga menggelar atau berpartisipasi dalam kompetisi siber nasional seperti Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026 untuk menjaring talenta terbaik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 19.50
Bappenas Wacanakan Penguatan Keamanan Siber Masuk RPJM-RPJP
Berita terkait
59 Tahun ASEAN: Masih Cukupkah Bicara Sentralitas?
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 20.24
Teknologi AI Makin Dibutuhkan di Kampus, Tapi Ancaman Siber Ikut Membesar
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 20.00
10 Juta Mahasiswa Makin Digital, Telkom Soroti Bahaya di Balik Adopsi AI
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.49
Rekrutmen Ahli Siber, TNI Tawari Pemenang Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026 Jadi Prajurit
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 18.31