Daktiloskopi Cegah Pemalsuan Identitas, Dokumen Kenegaraan dan Akta Otentik, Ditjen AHU: Sidik Jari Tidak Bisa Berbohong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum RI menegaskan pentingnya daktiloskopi dalam memastikan identitas seseorang secara akurat. Menurut Kepala Subdirektorat Daktiloskopi, Banani Adam, layanan ini membantu mencegah pemalsuan identitas, dokumen kenegaraan, dan akta otentik. Daktiloskopi juga mendukung kepolisian mengidentifikasi pelaku berdasarkan sidik jari di tempat kejadian, mengenali korban kecelakaan atau bencana, serta menyediakan data identitas akurat untuk administrasi kependudukan dan keamanan.
Ditjen AHU menyelenggarakan layanan daktiloskopi lengkap mulai dari pengambilan teraan sidik jari, pengidentifikasian, perumusan sidik jari, hingga pemberian keterangan ahli dan pendokumentasian arsip. Proses ini dilakukan untuk menjamin kepastian hukum identitas dan perlindungan hukum sesuai disiplin ilmu.
Untuk meningkatkan aksesibilitas, Ditjen AHU sedang mengembangkan aplikasi sidik jari online berbasis self-service. Fitur pengajuan, pemantauan status, hingga pengunduhan hasil layanan dapat dilakukan secara mandiri, cepat, dan aman. Pengembangan ini sejalan dengan transformasi digital layanan hukum agar lebih dekat dengan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Transformasi Digital Pendidikan Berbuah Penghargaan, UT Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 18.03
Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun, 92% Terserap untuk Satu Program
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 17.07
Purbaya Ajukan Anggaran Rp 49,8 Triliun Tahun Depan, buat Apa Aja?
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.55
Anggaran Kemenkeu Rp49,8 T 2027, Purbaya Mau Eksekusi 30 Kebijakan
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.15