Purbaya Ajukan Anggaran Rp 49,8 Triliun Tahun Depan, buat Apa Aja?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi mengajukan anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun 2027 sebesar Rp 49,8 triliun. Anggaran ini akan mendanai lima program utama: Program Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi (Rp 78,86 miliar); Pengelolaan Penerimaan Negara (Rp 3,62 triliun); Pengelolaan Belanja Negara (Rp 23,78 miliar); Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko (Rp 267,58 miliar); serta Program Dukungan Manajemen (Rp 45,81 triliun). Kelima program ini mendukung delapan klaster prioritas nasional seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Program ini dirancang untuk memperkuat peran Kemenkeu dalam mengawal pembangunan nasional. Di bidang penerimaan, fokus diberikan pada integrasi proses bisnis ekspor-impor, peningkatan lifting migas, dan penguatan perpajakan. Pada sisi belanja, Kemenkeu akan modernisasi sistem penganggaran dan meningkatkan kapasitas keuangan daerah. Transformasi digital juga menjadi prioritas melalui pengembangan Indonesia National Single Window, Coretax System, dan Smart Customs and Excise System.
Hingga semester I-2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1.459,4 triliun (naik 21,3%), belanja negara Rp 1.656,0 triliun (naik 18,2%), dan pembiayaan Rp 452,0 triliun (naik 59,4%). Kemenkeu juga berhasil menyelesaikan 72,43% aduan debottlenecking, mencegah penyelundupan emas sebesar 190,26 kg, dan menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro mencapai Rp 67,58 triliun. Purbaya menekankan pentingnya menjaga APBN tetap sehat dan berkelanjutan sebagai instrumen pembangunan dan shock absorber ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 17.07
Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun, 92% Terserap untuk Satu Program
Berita terkait
APBN 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Puan Ingatkan Pemerintah 4 Hal Ini
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.55
Prabowo Mau Optimalkan Pendapatan Negara: Minimalisir Kebocoran-Efisiensi Lanjut
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.30
Transformasi Digital Pendidikan Berbuah Penghargaan, UT Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 18.03
Daktiloskopi Cegah Pemalsuan Identitas, Dokumen Kenegaraan dan Akta Otentik, Ditjen AHU: Sidik Jari Tidak Bisa Berbohong
VOI · 7 September 2026 pukul 17.40