Dampak Gempa Flores 2026, Masih Banyak Warga Bertahan di Perbukitan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi Flores Agustus 2026 menyebabkan sekitar 50 Kepala Keluarga di Kabupaten Kepulauan Selayar masih bertahan di pengungsian di wilayah perbukitan. Keputusan warga untuk tidak kembali ke desa adat dipicu trauma setelah gempa magnitudo 7,4 pada Desember 2021 yang menghancurkan banyak rumah di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Karena kerusakan parah pada masa lalu, warga lebih memilih tinggal di lokasi pengungsian sambil menunggu proses pembangunan infrastruktur pengungsian yang lebih aman. BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar menyatakan bahwa keputusan ini tidak terlepas dari pengalaman buruk sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.26
Trauma Gempa NTT, 50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 11.13
Gempa Lumpuhkan Listrik di Manggarai, Sinyal dan Akses Jalan Terputus
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 07.26
Khawatir Tsunami, Warga di Nagekeo NTT Berlarian ke Bukit
Berita terkait
PKS Ungkap Kondisi Terkini Warga NTT Pascagempa
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 02.30
Kemenkes Kerahkan Rumah Sakit Lapangan untuk Pulihkan Layanan NTT
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 20.15
Pertamina Berikan Bantuan-Pendampingan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 07.46
Bantuan Gempa Flores Mengalir, Tiga Gubernur Tinjau Posko Pengungsian
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 23.15