Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trauma Gempa NTT, 50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

Sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih bertahan di pengungsian perbukitan akibat trauma dari gempa magnitudo 7 yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur. Mereka merasa trauma karena pengalaman serupa pada 14 Desember 2021, saat gempa magnitudo 7,4 juga menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga. Saat gempa kembali terjadi, warga di Pasimarannu dan Pasilambena menyelamatkan diri ke perbukitan. Di Pasimarannu, sekitar 278 KK mengungsi, sementara di Pasilambena ada 130 KK. Namun, sebagian warga Pasilambena sudah kembali ke rumah, sementara sekitar 20 persen pengungsi di Pasimarannu, atau sekitar 50 KK, masih memilih tinggal di lokasi perbukitan. Mereka kembali ke rumah siang hari untuk beraktivitas, tetapi kembali ke pengungsian saat sore hari, menunjukkan kekhawatiran akan gempa susulan. Rata-rata warga bertahan tiga hingga empat hari di pengungsian. Kondisi geografis juga menjadi tantangan, karena BPBD Selayar harus menempuh perjalanan laut selama 12 jam untuk mengakses wilayah terdampak. Gempa ini juga menyebabkan 13 rumah rusak (sembilan ringan, empat sedang) dan beberapa perahu nelayan rusak akibat hempasan air laut di Pasilambena. Meski ada kerusakan, tidak ada laporan rumah ambruk atau korban jiwa di Selayar.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait