Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Mulai Investasi di Semikonduktor, Ini Pembelinya

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai berinvestasi di industri semikonduktor. Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menyatakan bahwa Danantara telah mengidentifikasi satu platform semiconductor yang solid, dengan 94% platform tersebut menggunakan mitra yang dipilih oleh Danantara, sementara 6% sisanya bersifat open source. Investasi ini diluncurkan dalam acara MINDialogue 2026 bertema "Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI".

Indonesia diketahui memiliki cadangan mineral kritis, khususnya logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE), yang menjadi bahan baku penting untuk produksi cip semikonduktor modern, perangkat elektronik, kendaraan listrik, dan teknologi pertahanan. Sigit menegaskan bahwa pengelolaan LTJ di Indonesia akan dilakukan langsung oleh PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), yang sedang dikembangkan sebagai perusahaan pengelola LTJ sekaligus pendorong industri turunannya seperti industri magnet permanen hingga motor traksi kendaraan.

Meski demikian, Sigit menyampaikan bahwa tantangan utama dalam hilirisasi mineral adalah transfer teknologi. Banyak mitra asing lebih tertarik hanya mengambil bahan baku tanpa memberikan teknologi. Untuk mengatasi hal ini, Danantara membangun pusat riset dan pengembangan bersama perguruan tinggi. Langkah ini juga didukung Presiden Prabowo yang telah mengumpulkan 2.600 rektor dan dekan untuk berkolaborasi dalam 31 hingga 40 program industrialisasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait