Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Dari 143 Proposal, Kemenbud Pilih 20 Film Kepahlawanan untuk Diproduksi

Kementerian Kebudayaan memilih 20 film kepahlawanan dari 143 proposal yang masuk untuk Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026. Pemilihan dilakukan melalui proses seleksi yang melibatkan pemeriksaan administrasi, penilaian naskah, pitching, dan rapat dewan juri. Dari 54 proposal film panjang, tujuh proyek terpilih, sementara dari 89 proposal film pendek, 13 proyek dipilih. Program ini bertujuan memperkuat genre film kepahlawanan dan menghadirkan kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945-1950. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya kekuatan gagasan, kualitas cerita, dan ketepatan konteks sejarah dalam penilaian. Film panjang yang terpilih meliputi "Barisan Penghibur", "Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama", "Rengasdengklok", "Kapalselam Kalibayam", "Sakura di Telawang", "Rai", dan "Pintu Tertutup". Beberapa sineas ternama seperti Ari Sihasale, Lola Amaria, dan Rako Prijanto terlibat dalam proyek ini. Untuk kategori film pendek, 13 pemenang dipilih termasuk "Arang Kobar Juang", "Belantara Raya", "Darah Djoeang", "Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)", "Operasi Malino: Lembar yang Hilang", dan "Seriboe Soedirman". Kementerian melibatkan sineas dan sejarawan sebagai dewan juri untuk menilai aspek artistik dan ketepatan historis. Fadli menegaskan bahwa film yang diproduksi harus kuat secara artistik, sinematik, dan didasarkan pada riset sejarah yang akurat. Film-film ini diharapkan dapat mendekatkan generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, pada sejarah perjuangan Indonesia.

Berita terkait