Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dari Makan Tabungan, Terancam Makan Utang

Ketidakpastian ekonomi yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar, tingginya PHK, dan inflasi sedang memaksa kelas menengah Indonesia untuk menguras tabungan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyebut fenomena ini sebagai 'makan tabungan' yang berisiko 'makan utang'. Andjas, seorang pekerja Jakarta, mengaku sudah dua kali mengambil uang tabungannya untuk kebutuhan transportasi saat akhir bulan ketika budget habil. Di tengah kenaikan biaya hidup, ia mulai membatasi pengeluaran, bahkan memilih beli makanan jadi karena lebih murah dari bahan baku. Meski masih bisa menabung, nominalnya tidak sebesar dulu, dan ia khawatir jika situasi tidak membaik, akan mencari tambahan penghasilan seperti freelance atau berjualan di rumah. Sertain, seorang ibu rumah tangga, juga merasakan tekanan keuangan akibat biaya sekolah dua anaknya. Ia pernah beberapa kali mengambil tabungan untuk keperluan mendadak seperti sakit keluarga, namun tetap menyimpan dana darurat dan menghindari pinjaman atau kartu kredit. Kesehariannya, pengeluaran untuk makan dan belanja mingguan menjadi paling sulit ditekan, sehingga ia khawatir tabungan akan terus menipis dan berujung pada utang.

Berita terkait