Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim

Industri gim dan ekosistem digital di Indonesia kini menciptakan peluang bisnis baru di bidang layanan digital, pemasaran, produksi konten, hingga jasa pendukung bagi brand dan tim esports. Pengusaha muda asal Medan, Muhammad Bahtera Fajri, membangun Bossdiamond, bisnis layanan top up gim yang juga mengembangkan jasa pendukung seperti pengelolaan media sosial dan photoshoot bertema gaming. Bossdiamond melayani pengisian diamond dan item untuk gim populer seperti Mobile Legends, Free Fire, dan Valorant selama 24 jam, dengan tim yang sudah lebih matang dan solid dibandingkan awalnya.

Fajri memulai perjalanannya dari kondisi ekonomi keluarga sederhana, mengikuti turnamen gim sejak kelas tiga SMK untuk membiayai sekolah. Pengalamannya sebagai pemain turnamen, pembuat konten, penyelenggara acara, hingga pedagang menjadi modal dalam mengembangkan bisnis. Setelah mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat persoalan dengan pemasok dan hampir bangkrut, Fajri berhasil bangkit dengan dukungan klien lama dan kini menargetkan ekspansi ke pasar luar negeri.

Pertumbuhan industri gim nasional ditandai dengan lebih dari 185 juta gamers dan sekitar 470 produk prototipe yang berkembang. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat juga menggelar public hearing terkait penguatan industri gim, sementara Sony menghapus lebih dari 1.000 gim buatan ThiGames dari PlayStation Store, memicu spekulasi pengetatan konten. Perjalanan Fajri menunjukkan industri gim mulai menciptakan rantai ekonomi baru yang membuka peluang bagi pelaku usaha muda.

Berita terkait