Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri gim dan ekosistem digital di Indonesia kini menciptakan peluang bisnis baru di bidang layanan digital, pemasaran, produksi konten, hingga jasa pendukung bagi brand dan tim esports. Pengusaha muda asal Medan, Muhammad Bahtera Fajri, membangun Bossdiamond, bisnis layanan top up gim yang juga mengembangkan jasa pendukung seperti pengelolaan media sosial dan photoshoot bertema gaming. Bossdiamond melayani pengisian diamond dan item untuk gim populer seperti Mobile Legends, Free Fire, dan Valorant selama 24 jam, dengan tim yang sudah lebih matang dan solid dibandingkan awalnya.
Fajri memulai perjalanannya dari kondisi ekonomi keluarga sederhana, mengikuti turnamen gim sejak kelas tiga SMK untuk membiayai sekolah. Pengalamannya sebagai pemain turnamen, pembuat konten, penyelenggara acara, hingga pedagang menjadi modal dalam mengembangkan bisnis. Setelah mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat persoalan dengan pemasok dan hampir bangkrut, Fajri berhasil bangkit dengan dukungan klien lama dan kini menargetkan ekspansi ke pasar luar negeri.
Pertumbuhan industri gim nasional ditandai dengan lebih dari 185 juta gamers dan sekitar 470 produk prototipe yang berkembang. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat juga menggelar public hearing terkait penguatan industri gim, sementara Sony menghapus lebih dari 1.000 gim buatan ThiGames dari PlayStation Store, memicu spekulasi pengetatan konten. Perjalanan Fajri menunjukkan industri gim mulai menciptakan rantai ekonomi baru yang membuka peluang bagi pelaku usaha muda.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah berhati-hati dalam merevisi peraturan tentang industri gim
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 20.45
Pola Raya dan KJRI New York Buka Jalan Talenta Indonesia ke Pasar Global
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 20.05
Tak Cuma Kuota, Pelanggan IM3 Bisa Akses Gratis Adobe Express Premium
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.41
Waralaba Lokal Mulai Ungguli Brand Asing, Pemerintah Dorong Bisnis Indonesia Go Global
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.20