Darurat Literasi Visual di Balik Ironi Sungai Kering yang Instagramable
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena sungai dan danau yang mengering di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, seperti di Desa Biku Sarana dan Sungai Kapuas, kini menjadi lokasi wisata dadakan. Masyarakat mengunjungi tempat-tempat tersebut untuk berfoto dan mencari konten media sosial karena tampilan visualnya yang dianggap unik, eksotis, dan Instagramable.
Namun, kondisi ini sebenarnya merupakan alarm darurat krisis iklim yang mengancam ketersediaan air bersih dan ekosistem. Dosen DKV UMN menyebut fenomena ini sebagai 'aestheticization of disaster' atau estetisasi bencana, di mana kerusakan alam justru dipandang sebagai keindahan visual. Hal ini menunjukkan rendahnya literasi visual publik yang lebih mengutamakan estetika permukaan daripada memahami makna esensial dari sebuah bencana alam.
Bagikan
Berita terkait
Rutan Depok Angkat Bicara soal Dugaan Pesta Narkoba yang Beredar di Medsos
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 18.00
5 data pribadi yang jangan dibagikan di medsos
ANTARA News · 4 Oktober 2026 pukul 17.27
Operasi Penyelaman Cari Korban KM Virgo Dihentikan, Ini Pertimbangan Basarnas
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 17.21
Sarwendah Minta Netizen Stop Hujat Ruben Onsu, Ini Alasannya!
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 12.25