Dasco Sebut Survei Approval Rating Prabowo dari SMRC & Indikator Jadi Bahan Kajian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengkaji dan mempelajari hasil survei terbaru dari dua lembaga riset, yaitu Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia. Kedua survei tersebut mengukur tingkat kepuasan publik atau approval rating terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Dasco menjelaskan bahwa hasil survei dari SMRC dan Indikator Politik Indonesia akan dikompilasi dan dikomparasikan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi di lapangan. Menurutnya, masukan dari kedua lembaga riset tersebut menjadi bahan pembanding penting dalam peta politik terkini. Ia juga berharap agar pemerintah dapat merespons temuan survei yang relevan dengan kondisi riil masyarakat saat ini agar bisa ditindaklanjuti secara kontekstual.
Langkah ini diambil menyusul maraknya sorotan publik terhadap elektabilitas dan kinerja pemerintahan Prabowo yang belakangan ini banyak dirilis oleh berbagai lembaga riset nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 21.11
Gerindra Kaji Hasil Survei 2 Lembaga soal Approval Rating Prabowo
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 12.28
Prabowo Tegaskan Indonesia Sudah Swasembada Pangan: Apa Pun yang Terjadi, Kita Bisa Jamin Makan Rakyat
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 18.01
Prabowo Beri Sinyal Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 15.04
Survei SMRC: Gerindra Masih Teratas, tapi Elektabilitas Turun
Berita terkait
Dedi Mulyadi Disebut Mustahil Lawan Prabowo di 2029
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 19.20
Dedi Mulyadi Tak Bisa Jadi Capres 2029, Pengamat Ungkap Hambatan Besar
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 18.59
Isu Ijazah Gibran Bikin Heboh, Keretakan Kubu Prabowo dan Jokowi Mulai Tercium?
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 19.30
Prabowo Bisa 'Pusing', Sengketa Pendidikan Gibran di MK Disebut Mulai Sentuh Istana
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 17.30